Pernah Ikut Ajang Model, Sellha Kini Pilih Jadi Pasukan Oranye - PianoPoker

Breaking

Tuesday, January 22, 2019

Pernah Ikut Ajang Model, Sellha Kini Pilih Jadi Pasukan Oranye


Nama Sellha Purba mendadak ramai dibicarakan. Pasalnya perempuan 21 tahun itu dinilai lebih cocok menjadi model dibanding bekerja sebagai petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) alias pasukan oranye.
Ditemui di Kantor Kelurahan Kelapa Gading Timur, Sellha mengaku pernah mengikuti ajang pencarian bakat sebagai model saat SMA. Ia pernah menjalani pemotretan di salah satu studio di Cileungsi, Bogor. Namun pekerjaan itu hanya ia lakoni selama satu pekan. Ia mengaku takut dengan dunia gemerlap sebagai model.
“Saya enggak betah, ternyata pas di sana itu kerjanya begitu, enggak benar, dunianya liar banget abis itu saya enggak ke situ lagi,” ucap Sellha, Selasa (22/1).
Sellha mengaku lebih tenang bekerja sebagai PPSU. Ia juga sudah menjalani pekerjaan tersebut selama tiga tahun di Kelurahan Kelapa Gading Timur.
“Di sini nyaman. Orang-orangnya juga asyik,” kata Sellha.

Wanita bertinggi badan 155 sentimeter itu mengatakan pilihannya untuk bekerja sebagai pasukan oranye datang karena tidak diterima di berbagai perusahaan swasta. Ia kesulitan melamar kerja karena ijazah SMA miliknya ditahan sekolah sebab masih ada tunggakan.
Bahkan saat mau melamar pertama kali, ia harus membayar Rp 200.000 ke sekolah untuk mendapatkan fotokopi legalisir ijazahnya.
“Saya lulus 2016, karena ada kendala ijazah akhirnya ditawari kerja di sini. Ternyata penghasilannya memuaskan, ya saya pertahankan,” kata Sellha.
Gaji Sellha sesuai UMR di Jakarta. "Rp 3,9 juta," ujarnya.


Meski sudah bekerja lama sebagai PPSU di Kelurahan Kelapa Gading Timur, tidak membuat Sellha mendapat keistimewaan. Tiap tahun ia harus memasukkan lamaran ulang. Ia juga harus menjalani seluruh tes untuk bisa lolos sebagai anggota pasukan oranye.
“Tesnya nyebur lapangan, lari, nebang pohon, manjat pohon, ada potong rumput. Ya sempet sih (kesulitan), tapi kan ya sebisanya saya lakuin, tapi akhirnya saya lolos,” kata wanita yang tinggal di wilayah Beting, Koja, Jakarta Utara.
Sellha juga tidak menampik kerap mendapat godaan dari pria yang ia temui saat menyapu jalan. Perlakuan itu hanya ia balas dengan senyum. Ia juga tidak berpikir untuk pindah bekerja. Apalagi keluarganya mendukung penuh pekerjaannya tersebut.
“Respons dari keluarga ngedukung, kalau kata Mama ‘ngapain ngurusin orang, ngapain harus sekolah tinggi, dan sekolah tinggi itu kan enggak ngejamin kita bisa dapat uang banyak, jadi jangan lihat orang, jadi diri sendiri aja’,” kata Sellha yang kini menjadi tulang punggung keluarga bagi orang tua dan tiga saudaranya.

No comments:

Post a Comment